RUMAH: ISTANA BAGI PEREMPUAN BERKARYA
RUMAH: ISTANA BAGI PEREMPUAN BERKARYA
By: Nafiisah FB (AlPen ProSa Jakarta, buku kecil 2007)
Fenomena
perempuan bekerja saat ini bukan lagi menjadi pemandangan luar biasa.
Tidak bisa dipungkiri bahwa tuntutan hidup yang semakin menjadi-jadi
saat ini membuat orang termasuk perempuan harus ikut memeras tenaga dan
putar otak untuk bisa menyambung hidup.
Para
perempuan terutama kaum ibu kerap dihadapkan kepada pilihan yang sulit.
Mereka sadar bahwa ada konsekuensi besar yang mau tidak mau mereka
tanggung demi membantu suami atau keluarga mengepulkan asap dapur.
Tugas utama yaitu menjadi ibu dan istri terpaksa tidak bisa dipenuhi
sepenuhnya. Munculnya perasaan bersalah kadang tidak terelakkan,
walaupun suami dengan segala kerelaan hati telah mengijinkan.
Anak-anak
ditinggalkan ketika mereka masih tidur. Hanya kecupan yang bisa
diberikan sebelum diri meninggalkan rumah. Sang Ibu pulang, buah hati
pun telah terlelap nyenyak. Kembali hanya kecupan dan tatapan kangen
yang bisa diberikan. Ritual makan bersama di meja makan, memasak, dan
menjadi orang yang pertama dan utama menjadi tempat curhat bagi orang-orang tercinta harus direlakan hilang setengahnya. Sabtu dan Minggu saat off kerja dihabiskan sepenuhnya hanya untuk keluarga, namun rasanya itu tetap tidak cukup mengganti waktu di hari-hari sebelumnya.
Sebagian
ibu memilih untuk bekerja paruh waktu untuk menghindari situasi
tersebut. ”Yang wajib cari nafkah, kan, tetap suami. Kita cuma bantu.” Begitu alasan yang diberikan sebagian ibu yang memilih bekerja paruh waktu.
Ngantor Di Rumah, Solusi Yang Menjanjikan
Kerja
di rumah atau membuka bisnis rumahan kini semakin banyak dilirik para
ibu untuk sebagai alternatif mendapatkan penghasilan tambahan.
Keinginan untuk bisa tetap dekat dan menjalani komunikasi yang hangat
dengan anak-anak dan suami menjadi salah satu alasan.
Banyak pilihan pekerjaan atau bisnis yang bisa dijalankan oleh para ibu. Beberapa pilihan di antaranya :
Pekerjaan yang berhubungan dengan jasa
a. Penerjemah
Menjalani
pekerjaan ini tidak harus lebih dulu memiliki sertifikat. Bagi para ibu
yang memang menguasai bahasa asing: Inggris, Korea, Mandarin, Arab,
Jepang, Jerman, atau yang lainnya bisa mengaktualisasi kemampuannya
sekaligus memperoleh pendapatan.
b. Jasa pengetikan
Untuk menjalani pekerjaan ini, syaratnya tidak neko-neko.
Bisa membaca, mampu mengetik dengan komputer, dan sedikit pengetahuan
tentang EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) sudah cukup menjadi modal awal. Tidak punya komputer? Bisa join-an dengan teman.
c. Jasa Info Riset
Lihai
memilih dan memilah alias rajin mengeliping berita dan mahir
ber-internet menjadi syarat awal bagi para ibu yang berniat menekuni
profesi ini. Biasanya yang sering menggunakan jasa ini adalah para
penulis.
d. Parcel
Menjalani
profesi ini membutuhkan jiwa seni, terutama ketika proses penyusunan
barang dan pengepakan. Ini harus banyak dilatih, melihat, dan memantau
terus perkembangan jenis wadah, model pengepakan, dan item barang yang ditawarkan.
e. Konsultan
Latar
belakang profesi tertentu, misalnya: psikolog, keuangan, desainer, dan
lain-lain bisa menjadi modal tambahan, tapi walaupun tanpa background seperti
itu pun para ibu bisa menjalani profesi ini. Bukankah setiap ibu memang
seorang konsultan? Paling tidak bagi anak-anak dan suaminya. Coba, deh, ikut komunitas yang konsen ke bidang keahlian tertentu. Para ibu bisa saling sharing dan nantinya bisa lebih kaya pengalaman serta memiliki arah yang lebih jelas dalam menekuni profesi ini.
f. Fitness & Gym Centre Muslimah
Kalau para ibu memiliki modal lumayan bisnis ini pantas dilirik. Muslimah khususnya para ibu kan
juga harus sehat dan fit dalam menjalani aktivitasnya. Apalagi banyak
dari kita yang sebenarnya ingin sekali mencicipi fasilitas fitness & gym centre,
tapi kondisi tempat yang pria dan wanita campur-baur membuat kita
banyak yang memilih mundur. Tempat kebugaran muslimah bisa juga
diperuntukkan bagi anak-anak. Para ibu melatih anak-anak secara dini
menyenangi olahraga sebagai salah satu perilaku hidup sehat. Ibu dan
anak sehat serta bisa tetap menjaga kedekatan dan komunikasi yang
hangat.
Pekerjaan yang berhubungan dengan ketrampilan tertentu
a. Salon Muslimah
Para
perempuan, termasuk muslimah, pasti ingin tampil segar. Ini peluang
besar. Apalagi masih sangat jarang orang yang konsen membuat salon
khusus muslimah. Bisnis ini bukan hanya urusan modal,
tapi yang terpenting adalah kemampuan untuk memberikan kepuasan kepada
pelanggan. Rajin-rajinlah memantau perkembangan gaya rambut atau
kerudung cantik karena itu menjadi salah satu kartu as buat para ibu
mencuri hati konsumen.
b. Katering dan order kue
Buat
para ibu yang hobi memasak, senang mengutak-atik resep, pekerjaan ini
benar-benar layak untuk ditekuni. Soal modal bisa dikomunikasikan
dengan teman atau relasi. Mulailah dari komunitas yang kecil, seputar
rumah atau tetangga, tidak usah langsung yang bermodal besar.
Pembuktian kelezatan, higienitas, dan kehalalan, itu yang penting.
Promo dari mulut ke mulut biasanya lebih cespleng dalam pelebaran bisnis seperti ini.
c. Membuat perhiasan
Kalung,
gelang, dan bros adalah sedikit dari ragam perhiasan dan aksesoris yang
digemari wanita. Peluang pasar masih terbuka lebar.
d. Penulis
Bisa
membaca dan menulis? Punya minat besar untuk berbagi perasaan dan
pikiran melalui tulisan? Nah, profesi ini bisa menjadi alternatif bagus
bagi para ibu. Apalagi banyak bacaan anak saat ini yang terlalu dewasa
dan secara konten mengajarkan anak hidup bebas aturan, mengikis
keimanan mereka, dan perlahan membawa mereka melupakan bagaimana
berkepribadian Islami dan akhlakul karimah. Kalau para ibu
khawatir terhadap fenomena serbuan bacaan yang merusak dan kesulitan
mencari bacaan yang ”sehat” untuk anak-anak mereka, mengapa bukan para
ibu yang menciptakan bacaan sehat itu?
e. Desain dan program Web
Pekerjaan ini memang membutuhkan skill
tinggi. Perlu peralatan penunjang seperti komputer dan internet untuk
menjalankan pekerjaan ini. Pendidikan khusus bisa menjadi nilai plus.
Namun, jika sudah memilikinya mengapa tidak diberdayakan menjadi
sesuatu yang menghasilkan?
Beberapa Langkah Untuk Bekerja Di Rumah
- Jangan tunda untuk telusuri potensi diri sekarang
Mulailah
dari sekarang, detik ini juga ketika Anda membaca buku ini dan berniat
untuk menjadikan rumah sebagai kantor Anda untuk menelusuri potensi,
kemampuan, dan minat yang Anda miliki. Buat daftar pilihan dan alasan
mengapa profesi itu yang Anda akan tekuni, karena dari sana Anda akan
lebih jelas melihat diri Anda. Keluarga dan sahabat layak pula menjadi
tempat untuk dimintai pendapat, karena mereka adalah orang-orang yang
akan memberikan dukungan utama bagi Anda.
- Jangan ragu mencari informasi yang terkait
Beberapa
pilihan telah ditentukan. Setelah itu segera mencari segala informasi
yang berkaitan, seperti: akses peluang, permodalan, potensi hambatan,
dan lain-lain, melalui internet, surat kabar, buku, seminar, atau
obrolan dengan para tetangga Anda. Mulailah menjadikan ngerumpi menjadi aktivitas yang bermanfaat.
- Jangan takut untuk memulai
Jika
analisa kekuatan, kelemahan, peluang, dan hambatan sudah dibuat,
tinggal menentukan kapan Anda akan mulai. Yakinlah Allah SWT akan
selalu membukakan jalan bagi kita yang berniat mulia membantu
perekonomian keluarga, mengaktualisasikan kemampuannya tanpa ingin
melalaikan kewajiban. Setelah itu jalani dengan bertawakal sekaligus
berikhtiar secara halal.
- Jangan lupakan dukungan orang-orang sekitar Anda
Ingat, lho, Anda meniatkan ini bukan demi kepuasan pribadi. Keluarga tetap segalanya. Pastikan suami mendukung Anda, memberikan ridlo, dan anak-anak
merasa nyaman dengan aktifitas Anda nantinya. Tidak ada salahnya
meminta saran dan dukungan orang tua, saudara, dan sahabat. Jika semua
itu Anda telah dapatkan, ”energi” ekstra akan selalu menyertai Anda
menjadi Ratu Bisnis di rumah Anda.
- Jangan malas untuk terus belajar
Manusia
itu tidak ada yang sempurna. Terus dan terus belajar, mau merenungi
kesalahan dan memperbaikinya segera akan menjadikan Anda menjadi sosok
yang lebih baik. Itu pula yang akan menjadikan Anda semakin piawai
menjalani profesi Anda.
Tulisan ini bukan hanya diperuntukkan bagi para ibu, kok.
Para calon ibu pun sudah saatnya untuk menjadikan rumah sebagai kantor
dan pusat bisnis sebagai pilihan, agar bisa merintis ”kerajaan” bisnis
mulai dari sekarang.
Semoga
tulisan yang sederhana ini bisa menjadi inspirasi bagi para perempuan
muslim yang ingin membantu keluarga sekaligus berkarya. Kita mampu dan
kita bisa asal kita mau memperjuangkannya, memperjuangkan nasib perut
dan aktualisasi diri tanpa harus kehilangan surga di rumah kita.








September 21st, 2008 at 8:44 am
tulisanku di-copy paste nih.:) ga pa2. cuma kaya’nya harus dirapiin lagi deh postingannya.:)
salam ukhuwah,
nafiisah fb.
http://nafiisahfb.multiply.com
http://www.thechamberoffriendship.co.cc